Visi Indonesia 2030 untuk Tujuan SDGs



Indonesia, peserta setia dalam misi global untuk kemajuan berkelanjutan, dengan sepenuh hati mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan tujuan mantap untuk mencapainya pada tahun 2030. SDGs, kumpulan 17 tujuan yang mendapat dukungan universal, menggambarkan penghapusan kemiskinan, pelestarian lingkungan, dan pembentukan perdamaian dan kemakmuran universal. Tujuan ini mencakup beragam spektrum permasalahan mulai dari kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan gender hingga perubahan iklim, biodiversitas, dan keadilan.

 

Dengan memulai perjalanan untuk mencapai SDGs, Indonesia telah dengan cermat merumuskan visi nasionalnya untuk tahun 2030. Visi ini selaras dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yang efektif mewakili aspirasi, tantangan, dan prioritas Indonesia saat berusaha menuju kemajuan berkelanjutan. Visi 2030 kokoh berlandaskan empat pilar, masing-masing memainkan peran penting dalam membentuk laju negara ini:

Kemajuan Sosial

 

Pilar kemajuan sosial adalah penerang yang menerangi jalan menuju masyarakat yang ditandai oleh kemakmuran, kesehatan, pendidikan, dan inklusivitas. Ini mencakup tujuan ambisius seperti:

 

Memastikan tingkat kemiskinan turun di bawah 4% pada tahun 2030.

Mencanangkan cakupan kesehatan universal, dengan demikian meningkatkan standar kesehatan untuk semua.

Membuka peluang pendidikan berkualitas dan berkeadilan, serta kesempatan pembelajaran yang berkelanjutan.

Memimpin pemberdayaan perempuan dan penegakan kesetaraan gender di semua bidang.

Melindungi hak-hak kelompok rentan: anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan pemuda.

Kemajuan Ekonomi

 

Pilar kemajuan ekonomi adalah penanda yang mengawali lahirnya ekonomi berkualitas tinggi yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Aspirasi di bawah pilar ini mencakup:

 

Mengincar laju pertumbuhan PDB tahunan yang mengesankan, melampaui 6% pada tahun 2030.

Meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam matriks energi setidaknya mencapai 23% pada tahun 2025 dan ambisius 31% pada tahun 2030.

Mendorong inovasi, kecakapan teknologi, infrastruktur yang kuat, perdagangan yang berkelanjutan, dan peluang investasi strategis yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan.

Memastikan kondisi kerja yang layak, mempromosikan kewirausahaan, dan mengaitkan jaringan perlindungan sosial bagi angkatan kerja.

Membuka jalan bagi penurunan ketimpangan pendapatan dan ketidakseimbangan regional, dengan akhirnya meningkatkan kemakmuran yang adil.

Keharmonisan Lingkungan

 

Pilar keharmonisan lingkungan menandakan pencarian keseimbangan antara manusia dan alam. Dengan tujuan simbiosis, pilar ini berusaha:

 

Mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030, diukur berdasarkan skenario bisnis seperti biasanya.

Mengembangkan cakupan hutan hingga melibatkan setidaknya 30% dari total luas tanah pada tahun 2030.

Melindungi keanekaragaman hayati yang kaya dan layanan ekosistem penting.

Memimpin pemurnian sumber air, memastikan aksesibilitas dan kualitas bagi semua.

Memimpin sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Evolusi Hukum dan Tata Pemerintahan

 

Pilar evolusi hukum dan tata pemerintahan membuka kisah negara yang adil, demokratis, dan berkomitmen pada akuntabilitas. Tonggak pencapaian di bidang ini mencakup:

 

Menguatkan supremasi hukum dan akses terhadap keadilan sebagai hak yang tak terpisahkan bagi semua warga negara.

Meningkatkan ranah administrasi publik dan penyampaian layanan di semua tingkat pemerintahan.

Perlawanan yang tak kenal lelah terhadap korupsi, pencucian uang, terorisme, dan kejahatan lintas batas.

Upaya keras dalam memajukan hak asasi manusia, mempromosikan perdamaian, keamanan, dan keharmonisan sosial.

Membentuk kemitraan dan kolaborasi dalam skala global untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dengan harmonis.

Dipandu oleh prinsip-prinsip keterlibatan pemangku kepentingan ganda dan partisipasi inklusif, peta jalan Indonesia untuk mewujudkan visi 2030 didefinisikan oleh seperangkat strategi yang padu:

 

Mengoordinasikan kebijakan dan rencana nasional dengan SDGs, mengikuti target dan indikator yang ada.

Mobilisasi sumber daya dari beragam spektrum dan membangun kemitraan strategis.

Memperkuat lembaga dan kapasitas untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi.

Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk memanfaatkan kekuatan kolektif dalam mewujudkan SDG.

Dengan menyatukan strategi ini dalam narasi pembangunan, Indonesia berada dalam posisi yang siap untuk membawa masa depan yang mencerminkan keberlanjutan, inklusivitas, dan kemakmuran, baik bagi dirinya maupun dunia lebih luas. 





Komentar