Aksi dan Program Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa



Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan paling mendesak dan kompleks pada zamannya, memengaruhi setiap negara dan setiap individu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi global utama yang bekerja untuk mengatasi penyebab dan konsekuensi perubahan iklim, serta untuk memobilisasi tindakan kolektif dan kerjasama antara negara-negara dan pemangku kepentingan. PBB memiliki sejarah panjang dan berbagai tindakan serta program untuk mengatasi perubahan iklim, seperti:

 

Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC): Ini adalah perjanjian internasional utama yang memberikan kerangka hukum dan prinsip-prinsip kerjasama global dalam menghadapi perubahan iklim. UNFCCC diadopsi pada tahun 1992 dan mulai berlaku pada tahun 1994. Terdapat 197 pihak (196 negara dan Uni Eropa) yang berkumpul setiap tahun dalam Konferensi Para Pihak (COP) untuk meninjau kemajuan dan bernegosiasi mengenai komitmen baru. UNFCCC juga membentuk dua badan anak: Badan Anak untuk Saran Ilmiah dan Teknologi (SBSTA) dan Badan Anak untuk Implementasi (SBI) yang memberikan dukungan teknis dan praktis kepada para pihak.

 

Protokol Kyoto: Ini adalah perjanjian internasional yang diadopsi pada tahun 1997 dan mulai berlaku pada tahun 2005. Terkait dengan UNFCCC, protokol ini menetapkan target yang mengikat secara hukum bagi negara-negara maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka rata-rata sebesar 5% di bawah tingkat tahun 1990 selama periode komitmen pertama (2008-2012). Protokol Kyoto juga memperkenalkan tiga mekanisme fleksibel: Mekanisme Pengembangan Bersih (CDM), Implementasi Bersama (JI), dan Sistem Perdagangan Emisi (ETS) yang memungkinkan pihak-pihak mencapai target mereka dengan berinvestasi dalam proyek pengurangan emisi di negara-negara lain atau melakukan perdagangan izin emisi.

 

Perjanjian Paris: Ini adalah perjanjian global yang bersejarah yang diadopsi pada tahun 2015 dan mulai berlaku pada tahun 2016. Bertujuan untuk memperkuat respons global terhadap perubahan iklim dengan menjaga kenaikan suhu global jauh di bawah 2°C di atas tingkat pra-industri dan berupaya membatasinya hingga 1,5°C. Perjanjian Paris mengharuskan semua pihak untuk mengajukan Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC) yang merinci rencana dan tindakan mereka untuk mengurangi emisi dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Perjanjian Paris juga menetapkan tinjauan global setiap lima tahun untuk menilai kemajuan dan ambisi kolektif para pihak.

 

KTT Aksi Iklim PBB: Ini adalah acara tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB pada tahun 2019 untuk mempercepat tindakan dan ambisi dalam menghadapi perubahan iklim. KTT ini menyatukan pemimpin dari pemerintah, bisnis, masyarakat sipil, dan pemuda untuk menampilkan inisiatif konkret dan solusi yang dapat membantu mencapai tujuan Perjanjian Paris. KTT ini berfokus pada sembilan jalur terkait: mitigasi, penggerak sosial dan politik, pemobilisasi pemuda dan publik, transisi energi, transisi industri, solusi berbasis alam, ketahanan dan adaptasi, keuangan iklim dan penetapan harga karbon, serta infrastruktur, kota, dan tindakan lokal.

 

Dekade Aksi PBB: Ini adalah kampanye global yang diluncurkan oleh Sekretaris Jenderal PBB pada tahun 2020 untuk memobilisasi semua orang, di mana pun mereka berada, untuk mengambil tindakan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serangkaian 17 tujuan global yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet ini, dan memastikan perdamaian dan kemakmuran bagi semua pada tahun 2030. Aksi iklim adalah salah satu SDGs (SDG 13) yang menyerukan langkah-langkah mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Aksi iklim juga saling terkait dengan SDGs lainnya, seperti SDG 7 (energi terjangkau dan bersih), SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDG 14 (kehidupan di bawah air), dan SDG 15 (kehidupan di darat).

 

Ini adalah beberapa tindakan utama dan program-program yang dilakukan atau direncanakan oleh PBB untuk menghadapi perubahan iklim. Namun, terdapat banyak inisiatif dan aktivitas lain yang melibatkan berbagai lembaga PBB, dana, program, lembaga khusus, atau komisi regional yang bekerja pada berbagai aspek perubahan iklim, seperti ilmu pengetahuan, kebijakan, teknologi, keuangan, pendidikan, atau komunikasi. PBB juga bekerja erat dengan organisasi internasional lainnya, seperti Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), atau Dana Iklim Hijau (GCF), serta dengan pelaku non-negara, seperti organisasi masyarakat sipil, entitas sektor swasta, atau komunitas lokal.

 

PBB mengakui bahwa perubahan iklim adalah masalah global yang memerlukan solusi global. Oleh karena itu, PBB menyerukan ambisi, kerjasama, dan solidaritas yang lebih besar dari semua negara dan pemangku kepentingan untuk mencapai masa depan yang rendah karbon, tangguh, dan berkelanjutan bagi semua. 

Komentar