Emisi CO2 adalah pelepasan karbon dioksida (CO2) ke atmosfer
sebagai hasil dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil,
deforestasi, atau proses industri. CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca
utama yang menjebak panas dan memanaskan permukaan Bumi, menyebabkan perubahan
iklim. Emisi CO2 diukur dalam ton metrik setara CO2 (CO2e), yang
memperhitungkan potensi pemanasan global dari berbagai gas rumah kaca.
Sumber Data dan Metode untuk Emisi CO2
Ada berbagai sumber data dan metode untuk memperkirakan dan
melaporkan emisi CO2 dari berbagai negara dan wilayah. Beberapa sumber yang
paling banyak digunakan dan diakui adalah:
EDGAR (Emissions Database for Global Atmospheric Research):
Ini adalah database yang dibuat oleh Komisi Eropa dan Badan Penilaian
Lingkungan Belanda yang menyediakan data emisi CO2 global dari tahun 1970
hingga 2018 untuk semua negara dan sektor. Database EDGAR menggunakan
pendekatan dari bawah ke atas yang mengumpulkan dan menggabungkan data dari
berbagai sumber, seperti statistik energi, faktor emisi, dan data aktivitas.
Database EDGAR juga menyediakan data emisi CO2 dari penggunaan lahan, perubahan
penggunaan lahan, dan kehutanan (LULUCF), yang tidak termasuk dalam sumber lain.
Worldometer: Ini adalah situs web yang menyediakan statistik
dan data real-time tentang berbagai topik, seperti populasi, kesehatan,
lingkungan, dan ekonomi. Situs web Worldometer menggunakan data dari database
EDGAR untuk menghitung dan menampilkan emisi CO2 dari bahan bakar fosil dan
produksi semen untuk semua negara dan wilayah dari tahun 1751 hingga 2019.
Situs web Worldometer juga menyediakan data tentang emisi CO2 per kapita dan
pangsa emisi CO2 dunia untuk setiap negara dan wilayah.
Our World in Data: Ini adalah situs web yang menyediakan
penelitian dan data tentang berbagai topik yang berkaitan dengan pembangunan
global, seperti kesehatan, pendidikan, energi, dan iklim. Situs web Our World
in Data menggunakan data dari berbagai sumber, seperti database EDGAR, Carbon
Dioxide Information Analysis Center (CDIAC), dan Global Carbon Project (GCP),
untuk menyediakan grafik dan peta interaktif tentang emisi CO2 dari bahan bakar
fosil, produksi semen, dan perubahan penggunaan lahan untuk semua negara dan wilayah
dari tahun 1751 hingga 2019. Situs web Our World in Data juga menyediakan data
tentang emisi CO2 per kapita, akumulatif, historis, dan berdasarkan konsumsi
untuk setiap negara dan wilayah.
Peringkat dan Tren Emisi CO2
Berdasarkan data dari sumber-sumber di atas, kita dapat
merangking dan membandingkan emisi CO2 dari berbagai negara dan wilayah.
Berikut beberapa peringkat dan tren emisi CO2 berdasarkan data yang tersedia
terakhir:
10 Negara Penghasil Emisi Terbesar pada tahun 2019 adalah:
China (10,4 miliar ton),
Amerika Serikat (5 miliar ton),
India (2,5 miliar ton),
Rusia (1,7 miliar ton),
Jepang (1,2 miliar ton),
Jerman (0,8 miliar ton),
Kanada (0,7 miliar ton),
Iran (0,6 miliar ton),
Korea Selatan (0,6 miliar ton),
Indonesia (0,5 miliar ton).
Sepuluh negara ini menyumbang 67,6% dari total emisi CO2
dunia pada tahun 2019.
10 Wilayah Penghasil Emisi Terbesar pada tahun 2019 adalah:
Asia Pasifik (18,3 miliar ton),
Amerika Utara (6,3 miliar ton),
Eropa (4,8 miliar ton),
Timur Tengah (3 miliar ton),
Amerika Latin (1,7 miliar ton),
Afrika (1,4 miliar ton),
Eurasia (1,3 miliar ton),
Amerika Tengah (0,3 miliar ton),
Oseania (0,3 miliar ton),
Karibia (0,1 miliar ton).
Sepuluh wilayah ini menyumbang 99% dari total emisi CO2 dunia
pada tahun 2019.
10 Negara Penghasil Emisi per Kapita Terbesar pada tahun
2019 adalah:
Qatar (38,14 ton per orang),
Kuwait (25,07 ton per orang),
Uni Emirat Arab (24,33 ton per orang),
Oman (19,97 ton per orang),
Kanada (18,72 ton per orang),
Australia (17,15 ton per orang),
Arab Saudi (15,47 ton per orang),
Amerika Serikat (15,32 ton per orang),
Kazakhstan (12,83 ton per orang),
Turkmenistan (13,51 ton per orang).
Sepuluh negara ini memiliki emisi per kapita yang jauh lebih
tinggi daripada rata-rata dunia sebesar 4,73 ton per orang pada tahun 2019.
10 Negara Penghasil Emisi Kumulatif Terbesar dari tahun 1751
hingga 2019 adalah:
Amerika Serikat (397 miliar ton),
China (214 miliar ton),
Rusia (94 miliar ton),
Jerman (90 miliar ton),
Britania Raya (77 miliar ton),
Jepang (58 miliar ton),
India (51 miliar ton),
Prancis (37 miliar ton),
Kanada (32 miliar ton),
Italia (30 miliar ton).
Sepuluh negara ini menyumbang 77% dari total emisi CO2
kumulatif dunia dari tahun 1751 hingga 2019.
10 Negara Penghasil Emisi Historis Terbesar dari tahun 1751
hingga 2019 adalah:
Amerika Serikat (25,3% dari total dunia),
China (13,7% dari total dunia),
Rusia (6% dari total dunia),
Jerman (5,8% dari total dunia),
Britania Raya (4,9% dari total dunia),
Jepang (3,7% dari total dunia),
India (3,3% dari total dunia),
Prancis (2,4% dari total dunia),
Kanada (2,1% dari total dunia),
Italia (1,9% dari total dunia).
Sepuluh negara ini memiliki pangsa emisi CO2 historis dunia
yang lebih besar daripada pangsa penduduk dunia pada tahun 2019.
10 Negara Penghasil Emisi Berdasarkan Konsumsi Terbesar pada
tahun 2017 adalah:
China (10,2 miliar ton),
Amerika Serikat (5,9 miliar ton),
India (2,4 miliar ton),
Jepang (1,4 miliar ton),
Jerman (0,9 miliar ton),
Rusia (0,8 miliar ton),
Brasil (0,6 miliar ton),
Indonesia (0,6 miliar ton),
Kanada (0,6 miliar ton),
Meksiko (0,5 miliar ton).
Sepuluh negara ini menyumbang 67% dari total emisi CO2
berdasarkan konsumsi dunia pada tahun 2017.
Cara Mengurangi dan Mengatasi Emisi CO2
Ada beberapa cara untuk mengurangi dan mengatasi emisi CO2
pada berbagai tingkatan masyarakat. Beberapa cara tersebut melibatkan:
Tingkat Individu:
Konsumen dapat mengadopsi gaya hidup dan perilaku yang lebih
berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi energi dan jejak karbon mereka;
memilih sumber energi terbarukan atau berkarbon rendah; menggunakan
transportasi umum atau kendaraan listrik; meningkatkan isolasi rumah atau
sistem pemanas; mengurangi konsumsi daging atau produk susu; mendaur ulang atau
mengompos limbah; atau mengimbangi emisi yang tidak dapat dihindari.
Tingkat Komunitas:
Komunitas dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi
anggotanya dengan mendidik mereka tentang penyebab dan konsekuensi emisi CO2;
mengorganisir kampanye atau acara untuk mempromosikan solusi atau tindakan
berkarbon rendah; mendukung atau bergabung dengan inisiatif atau gerakan lokal
atau global yang bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim.
Tingkat Kebijakan:
Pemerintah dan otoritas dapat menerapkan kebijakan dan
peraturan yang lebih efektif dan komprehensif dengan menetapkan target atau
standar untuk pengurangan emisi CO2; memberlakukan pajak atau subsidi pada
produk atau praktik berkarbon tinggi; mempromosikan atau memberikan insentif
pada alternatif atau inovasi hijau; menegakkan atau memonitor kepatuhan atau
pertanggungjawaban.
Dengan mengurangi dan mengatasi emisi CO2, kita dapat membantu melambatkan pemanasan global dan perubahan iklim, serta melindungi kesehatan dan lingkungan kita dari dampak berbahaya. Kita juga dapat berkontribusi pada ekonomi yang lebih berkelanjutan dan sirkular yang menghargai dan menghormati sumber daya alam dan energi yang kita gunakan.

Komentar
Posting Komentar